Kamis, 20 Juni 2013

LAPORAN PRAKTIKUM PORIFERA



LEMBAR PENGESAHAN
            Laporan lengkap praktikum Taksonomi Invertebrata dengan judul “Porifera” yang disusun oleh:

Nama               : Lasinrang Aditia
Nim                 : 60300112034
Kelas               : Biologi B
Kelmpok          : I (satu)

            Telah diperiksa oleh Kordinator Asisten / Asisten dan dinyatakan diterima.

                                                                                                                      Samata-Gowa, 21 Mei 2013

Kordinator Asisten                                                                              Asisten




 (Hasnah S.Si)                                                                                (Irawan Prasetyo)




Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab



(Ar. Syarif Hidayat S.Si, M.Kes)




A. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu untuk mengamati struktur dan morfologi organisme yang tergolong porifera dan mengklasifikasikannya.
B.  Dasar Teori
            Hewan spons atau disebut juga sebagai kelompok porifera merupakan hewan multiseluler yang primitif. Tubuhnya tidak memiliki jaringan ataupun organ sesungguhnya. Semua hewan dewasa anggota dari filum porifera bersifat menempel atau menetap pada suatu dasar dan hanya menunjukkan sedikit gerakan. Kata porifera berasal dari bahasa latin, ponus berarti lubang kecil, sedangkan ferra berarti mengandung atau mengembang. Kata tersebut untuk menunjukkan akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang memiliki banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan berpori (Yusminah, 2007: 8).
            Umumnya, hewan-hewan anggota filum Porifera hidup dilaut, dan hanya beberapa yang hidup dalam air tawar. Hewan-hewan itu tidak aktif, tidak bertangkai (tumbuh pada pangkalnya). Bunga karang mempunyai ruang sentral atau ruang gastral yang berfungsi sebagai kloaka. Ruang itu dikelilingi oelh dinding yang ditembus oleh sejumlah saliran yang tersusun majemuk. Ruang gastral itu terbuka pada ujung tubuh bunga karang. Muara ruang sentral disebut oskulum (Mukayat, 1989: 71).
`           Ciri-ciri khusus tubuh porifera, yaitu tubuhnya memiliki banyak pori yang merupakan awal dari system kanal (saluran air) yang menghubungkan lingkungan eksternal dengan lingkungan internal. Tubuh porifera tidak dilengkapi dengan apa yang disebut apendiks dan bagian tubuh yang dapat digerakkan. Tubuh porifera belum memiliki saluran pencernaan makanan, adapun pencernannya berlangsung secara intraseluler. Tubuh porifera dilengkapi dengan kerangka dalam yang tersusun atas bentuk Kristal dari spikula–spikula atau bahan fiber yang terbuat dari bahan organik (Yusminah, 2007: 9).
            Struktur tubuh Porifera kecuali berpori-pori dengan macam-macam bentuk, dibagi atas tiga tipe yaitu Ascon, Sycon atau Scypha dan Rhagon. Dari tipe Ascon yang berbentuk jambangan bunga yang merupakan tipe paling sederhana yang dilihat suatu rongga sentral yang disebut Spongocoel atau paragaster. Ujung atas dari jambangan terdapat lubang besar yang disebut osculum. Pada dinding tubuh hewan ini terdapat lubang-lubang kecil yang disebut porosofil atau pori dan sering juga disebut ostium. Dalam tubuh Porifera ditemukan sistem saluran air yang dimulai dari pori-pori atau porosofil dan diakhiri pada lubang keluar utama yang disebut oscolum. Sebelum air dikeluarkan melalui oskulum, maka air dari segala jurusan tubuh itu lebih dahulu ditampung di alam rongga sentral atau spongocoel. Pola saluran air dari berbagai jenis Porifera itu tidak sama, namun mempunyai fungsi pokok yang sama yaitu untuk mengalirkan air dari daerah eksternal ke dalam daerah internal dan dikeluarkan kembali ke daerah eksternal (Maskoeri, 1992: 89).
            Ukuran tubuh sangat bervariasi, beberapa jenis hewan ini bersimetris radial, tetapi kebanyakan tidak teratur ata asimetris. Struktur dasar dan histology dari spons dapat dengan mudah dimengerti dengan meneliti bentuk radial yang primitive. Struktur tipe sederhana disebut askanoid (menyerupai tabung kecil) contoh genus leucosolenia, umumnya tidak soliter, bagian permukaan tubuh berlubang–lubang kecil (Sugiarti, 2005: 20).
C. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah:
Hari/tanggal : Rabu/08 Mei 2013
Waktu          : 10.00-12.00 Wita
Tempat         : Laboraturium Zoologi Lantai II
                        Fakultas Sains dan Teknologi
                        Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                        Samata-Gowa
2. Alat dan Bahan
a. Alat
               Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu mikroskop, papan seksi, pinset, dan lup.
b. Bahan
              Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu Heliclona sp, Chalina oculata dan Pakhelia ventilabrum.
3. Cara Kerja
Adapun cara kerja pada percobaan ini yaitu :
1. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan spesies  yang Heliclona sp, Chalina oculata dan Pakhelia ventilabrum dilaut, satu contoh dari porifera yang tubuhnya berbentuk syconcid.
2. Mengamati morfologi tubuhnya, lalu mengamati sayatan melintang         dengan menggunakan mikroskop stereo (perbesaran lemah). Mengamati   bagian-bagian spongocoel, ostium, saluran masuk (incurrent canal), dan      saluran radial (radial canal).
3. Kemudian mengambil tiap bagian di atas, dan melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop biasa (pengamatan histology) sehingga bagian-bagian apopil lubang yang menghubungkan saluran radial dengan spongecoel, prosopyl., spikula duri-duri yang membentuk bagian penguin dari tubuh hewan tadi.
4. Mengamati sel-sel berikut : epidermis sel-sel tipis yang membatasi bagian luar tubuh, spongocoel dan saluran masuk, koanocyt sel-sel bulat berleher (collar) dan berflagellum membatasi dinding dalam saluran radial.
5. Mengamati diantara epidermis dan konosit terdapat jaringan masenkim yang mengandung spikula dan beberapa macam sel sebagai berikut amoebasit sel-sel besar yang bentuknya seperti amoeba dan skleroblast sel pembentuk spikula yang pipih dan menempel pada spikula.

D. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
a. Heliclona sp
                                                                                       Keterangan:
                                                                                       1.
                                                                                       2.
                                                                                       3.
                                                                                       4.



b. Phakellia ventilabrum
                                                                                       Keterangan:
                                                                                       1. Substrat
                                                                                       2.
                                                                                       3.
                                                                                       4.



c. Chalina oculata
                                                                                       Keterangan:
                                                                                       1. Oskulum
                                                                                       2. Pori-pori
                                                                                       3. Substrat
                                                                                       4.
2. Pembahasan
     a. Heliclona sp
          1.  Morfologi
            Ciri-ciri morfologi dari Heliclona sp  antara lain: tubuhnya berpori (ostium) yang berhubungan dengan suatu ruangan disebelah dalam yang disebut spongocoel. Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton. Tubuhnya asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial. berbentuk seperti tabung.
     2. Anatomi
Tubuhnya memiliki banyak pori yang merupakan awal dari system kanal (saluran air) yang menghubungkan lingkungan eksternal dengan lingkungan internal. Tubuhnya tidak dilengkapi dengan apa yang disebut apendiks dan bagian tubuh yang dapat digerakkan. Tubuhnya belum memiliki saluran pencernaan makanan, adapun pencernannya berlangsung secara intraseluler. Tubuh dilengkapi dengan kerangka dalam yang tersusun atas bentuk Kristal dari spikula–spikula atau bahan fiber yang terbuat dari bahan organik. 
     3. Habitat
            Habitatnya di laut (bagian dasar) dan menempel pada batuan keras.
     4. Sistem organ
          a. Sistem pencernaan
                        Dalam hal pencernaan, jenis in memperoleh makanan dalam bentuk partikel organic renik, hidup atau tidak, seperti bakteri, mikroalga dan detritus, yang masuk      melalui pori-pori arus masuk yang erbuka dalam air, dan dibawa ke dalam rongga lambung atau ruang-ruang bercambuk. Arus air yang masuk melalui sistem saluran dari sepon diciptakan oleh cambuk           koanosit yang memukul mukul terus-menerus. Koanosit juga             mencernakan partikel makanan, baik di sebelah maupun di dalam sel leher.
          b. Sistem respirasi
            Dalam hal respirasi, respirasinya bersifat aerobik dan bersifat difusi yang diedarkan ke seluruh tubuh oleh amoebosit.
          c. Sistem ekskresi
            Dalam hal ekskresi, Heliclona sp mengeluarkan hasil ekskresinya melalui pori-pori tubuhnya atau saluran air.
          d. Sistem reproduksi
            Dalam bereproduksi, terjadi melalui dua cara yaitu secara aseksual dan dengan cara seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembentukan tunas (budding). Sedangkan reproduksi secara seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel telur (ovum). Dan bersifat Hermafrodit, yaitu dalam satu individu mampu menghasilkan sperma dan sel telur sekaligus
     5. Klasifikasi Heliclona sp
                               Kingdom               : Animalia
                               Pilum                     : Porifera
                               Class                     : Demospongiae
                               Ordo                     : Haplosclerida
                               Family                   : Chalinidae
                                Genus                   : Heliclona
                               Species                  : Heliclona sp
b. Phakellia ventilabrum
          1.  Morfologi
Organisme ini berbentuk seperti bunga, pipih dan mirip dengan jamur kuping . Diseluruh permukaan tubuhnya terdapat lubang-lubang kecil sebagai saluran keluar air yang biasanya disebut oskulum. Pada bagian bawah organismeini terdapat basal yangberfungsi melekatkan organisme ini pada substratnya.
     2. Anatomi
Di dalam tubuh organisme ini terdapat spogoeoel yang berfungsi mengalirkan air dari daerah eksternal ke dalam daerah internal dan dikeluarkan kembali ke daerah eksternal.
     3. Habitat
Organisme ini banyak ditemukan di air laut dan hidup menempel pada batuan yang keras.
     4. Sistem organ
          a. Sistem pencernaan
             Phakellia ventilabrum pemakan menyarig (filter feeder). Ia memperoleh makanan dalam bentuk partikel organic renik, hidup atau tidak, seperti bakteri, mikroalga dan detritus, yang masuk melalui pori-pori arus masuk yang erbuka dalam air, dan dibawa ke dalam rongga lambung atau ruang-ruang bercambuk. Arus air yang masuk melalui sistem saluran dari sepon diciptakan oleh cambuk koanosit yang memukul-mukul terus-menerus. Koanosit juga mencernakan partikel makanan, baik di sebelah maupun di dalam sel leher.
          b. Sistem respirasi
            Dalam hal respirasi, respirasinya bersifat aerobik dan bersifat difusi yang diedarkan ke seluruh tubuh oleh amoebosit.
          c. Sistem ekskresi
            Dalam hal ekskresi, Phakellia ventilabrum mengeluarkan hasil ekskresinya melalui saluran air atau pori-pori tubuhnya.
          d. Sistem reproduksi
            Dalam bereproduksi, secara aseksual dengan membentuk kuncup dan dengan cara seksual walaupun belum  dilakukan dengan kelamin khusus.
     5. Klasifikasi Phakellia ventilabrum
                               Kingdom               : Animalia
                               Pilum                     : Porifera
                               Class                     : Demospongiae
                               Ordo                     : Halichondrida
                               Family                   : Axinellidae
                                Genus                   : Phakellia
                               Species                  : Phakellia ventilabrum
c. Chalina oculata
          1.  Morfologi
                 Pada permukaan tubuh terdapat lubang-lubang atau pori-pori yang merupakan lubang air masuk ke spongocoel, untuk akhirnya keluar melalui osculum. Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton.
     2. Anatomi
     Pada bagian anatominya itu mempunyai saluran air seperti saluran ascon dan lain-lain, saluran ini berfungsi mengalirkan air dari daerah eksternal ke dalam daerah internal dan dikeluarkan kembali ke daerah eksternal.
     3. Habitat
            Pada umumnya phylum porifera hidup di air laut, yaitu tersebar atau terbentang dari sejak daerah perairan pantai yang dangkal hingga daerah kedalaman 5,5 km. Famili yang hidup di air tawar biasanya termasuk pada familia spongiliadae. Fase dewasa bersifat sesil, artinya menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan perpindahan. Hewan ini mengikatkan diri pada suatu obyek yang keras yang dipakai sebagai tambatan, misalnya batu-batuan, kayu-kayu yang tenggelam di dalam air dan ada juga yang melekat pada cangkok hewan-hewan Mollusca.


     4. Sistem organ
          a. Sistem pencernaan
                        Memperoleh makanan dalam bentuk partikel organic renik, hidup atau tidak, seperti bakteri, yang masuk melalui pori-pori arus masuk yang erbuka dalam air, dan dibawa ke dalam rongga lambung atau ruang-ruang bercambuk. Arus air yang masuk melalui sistem saluran dari sepon diciptakan oleh cambuk             koanosit yang memukul mukul terus-menerus. Koanosit juga      mencernakan partikel makanan, baik di sebelah maupun di dalam sel leher.
          b. Sistem respirasi
            Dalam hal respirasi, respirasinya bersifat aerobik dan bersifat difusi yang diedarkan ke seluruh tubuh oleh amoebosit.
          c. Sistem ekskresi
            Dalam hal ekskresi, Chalina oculata mengeluarkan hasil ekskresinya melalui pori tubuhnya atau saluran air dan saluran air.
          d. Sistem reproduksi
            Dalam bereproduksi, terjadi melalui dua cara yaitu secara aseksual dan cara seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembentukan tunas. Sedangkan reproduksi secara seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan sel telur. bersifat Hermafrodit, satu individu mampu menghasilkan sperma dan sel telur
     5. Klasifikasi Chalina oculata
                               Kingdom               : Animalia
                               Pilum                     : Porifera
                               Class                     : Demospongia
                               Ordo                     : Haploscerida
                               Family                   : Chalinidae
                                Genus                   : Chalina
                               Species                  : Chalina oculata
E. Kesimpulan dan Saran
     1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah porifera memiliki struktur tubuh berpori, sebagian tubuh menghubungkan lingkungan luar dan dalam tubuh dan terletak pada bagian distal. Bersifat diploblastis pada hewan dewasa dinding tubuhnya terdiri atas epidermis pada bagian luar dan gastrodermis pada bagian dalam. Selain berpori juga memiliki macam-macam bentuk yang dibagi atas tiga tipe yaitu: Ascon, sycon, dan rhagon. Adapun klasifikasi dari Heliclonia sp, Phakellia ventilabrum dan Chalina oculata adalah sebagai berikut:
a. Klasifikasi Heliclona sp
                                 Kingdom             : Animalia
                                 Pilum                   : Porifera
                                 Class                   : Demospongiae
                                 Ordo                   : Haplosclerida
                                 Family                 : Chalinidae
                                 Genus                  : Heliclona
                                 Species               : Heliclona sp (Yusminah, 2007).
b. Klasifikasi Phakellia ventilabrum
                                 Kingdom             : Animalia
                                 Pilum                   : Porifera
                                 Class                   : Demospongiae
                                 Ordo                   : Halichondrida
                                 Family                 : Axinellidae
                                 Genus                  : Phakellia
                                 Species               : Phakellia ventilabrum (Yusminah, 2007).



c. Klasifikasi Chalina oculata
                                 Kingdom             : Animalia
                                 Pilum                   : Porifera
                                 Class                   : Demospongiae
                                 Ordo                   : Haploscerida
                                 Family                 : Chalinidae
                                 Genus                  : Chalina
                                 Species               : Chalina oculata (Yusminah, 2007).
2. Saran
Adapun saran saya yaitu agar praktikan membawa lebih banyak spesimen agar organisme yang diamati lebih banyak dan bahan yang dibawa adalah bahan yang masih segar agar kita bisa mendapatkan hasil pengamatan yang maksimal.





DAFTAR PUSTAKA
Brotowidjojo, Mukayat Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Hala, Yusminah. 2007. Biologi Umum 2. Makassar: UIN Alauddin Press.
Jasin, Maskoeri.1992.  Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.
Suwignyo,Sugiarti. 2005.  Avetebrata Air Jilid I1. Jakarta: Penebar Swadaya.

1 komentar: