## MOHON MENGKLIK SALAH SATU KONTEN IKLAN YANG MUNCUL DI BLOG KAMI SEBAGAI BENTUK DONASI PENGUJUNG YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MAINTENANCE BLOG KAMI ##

Wednesday, 26 June 2013

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN OTOT


LEMBAR PENGESAHAN
            Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul “Jaringan Otot” yang disusun oleh:

Nama              : Lasinrang Aditia
Nim                 : 60300112034
Kelas               : Biologi B
Kelmpok         : I (satu)

            Telah diperiksa oleh Kordinator Asisten / Asisten dan dinyatakan diterima.

 Samata-Gowa, 23 Mei 2013

Kordinator Asisten                                                                              Asisten




 (Asbar Hamzah)                                                                               (    Hajrah    )
   60300110006                                                                                  60300110014

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab





(Maisya Al Banna S.Si, M.Si)





A. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui struktur histologi jaringan otot.
B. Dasar Teori
            Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot, yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif (Campbell, 2000: 265).
            Jaringan otot atau biasa disebut otot telah dijumpai mulai dari invertebrata sampai vertebrata. Otot merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Hampir setengah dari keseluruan berat tubuh manusia disumbang oleh otot. Jaringat otot seperti jaringan yang lain memiliki sifat pekah terhadap rangsangan (sifat iritabilitas), mampu merambatkan impuls (sifat konduktivitas), mampu melaksanakan metabolism dan mampu membelah diri. Sifat jaringan otot yang khas adalah kemampuannya untuk berkontraksi (sifat kontraktilitas) yang tinggi. Sifat kontraktilitas disebabkan sel-sel otot memiliki protein kontraktil, yaitu aktin dan myosin (Yunadi, 2003: 33).
            Menurut (Yusminah Hala, 2007: 78) Pada mamalia dapat dibedakan atas tiga jenis dari jaringan otot berdasarkan sifat-sifat morfologis dan fungsional yaitu sebagai berikut :
1. Otot polos
                 Otot polos terdiri dari kumpulan sel fusiformis, yang di dalam mikroskop cahaya tidak memperlihatkan garis melintang sebagai bentu bundar kecil (5-10 µm). proses kontraksinya lambat dan tidak di bawah pengendalian kemauan sadar. Setiap sel memiliki suatu nukleus pipih yang khas terletak di bagian sentral. Pada sel yang sedang berkontraksi nukleus tersebut sering terlipat. Otot polos biasanya mempunyai kegiatan spontan bila tidak ada perangsangan saraf. Oleh karena itu, suplai sarafnya berfungsi untuk mengubah kegiatan tersebut dan tidak memulainya.
2. Otot rangka
            Otot rangka bergaris melintang terdiri atas berkas-berkas sel silindris sangat panjang (sampai 4 cm) yang berinti banyak yang memperlihatkan garis-garis melintang dengan diameter 10-100 µm dan disebut serabut otot. Inti banyak tersebut disebabkan oleh persatuan mioblas embrionik berinti tunggal. Nukleus bujur telur biasanya ditemukan di bagain perifer sel, yaitu di bawah membran sel. Lokasi inti yang khas ini berguna dalam membedakan otot rangka dari otot jantung, dengan inti yang terletak di tengah. Kontraksinya cepat, kuat dan biasanya di bawah pengendalian kemauan yang disadari.
3. Otot jantung
            Otot jantung juga memperlihatkan garis-garis melintang dan terdiri dari sel-sel individual yang panjang atau bercabang-cabang yang berjalan sejajar satu sama lain. Pada tempat perhubungan ujung ke ujung terdapat diskus interkalaris, struktur yang hanya ditemukan di dalam otot jantung inti. Inti terletak ditengah. Kontraksi otot jantung tidak di bawah pengaruh kemauan secara sadar, kuat dan berirama.
C. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah:
Hari/tanggal  : Selasa/07 Mei 2013
Waktu           : 15.00-17.00 WITA
Tempat          : Laboraturium Zoologi Lantai II Fakultas Sains dan Teknologi
                        Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                        Samata-Gowa


2. Alat dan Bahan
a. Alat
               Adapun alat yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu kain planel dan mikroskop binokuler.
b. Bahan
Adapun bahan yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu Cardiac Muscle, Nonstriated teasted muscle, dan Striated muscle.           
3. Cara Kerja
Adapun cara kerja pada percobaan ini yaitu :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengamati bahan satu persatu dibawah mikroskop
3. Menggambar hasil pengamatan dan memperhatikan perbesaran yang telah digunakan, mewarnai dan memberi keterangan.
4. Membersihkan meja praktikum sebelum meninggalkan laboratorium.
D. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
a. Preparat otot lurik
                                                                                            Keterangan:
                                                                                            1.Nukleus
                                                                                            2. Serabut otot
                                                                                            3. Sarkomer
                                                                                            4. Miofibril







b. Preparat otot polos
                                                                                            Keterangan:
                                                                                            1.Nukleus
                                                                                            2. Serabut otot







c. Preparat otot jantung (cardiac muscle)
                                                                                            Keterangan:
                                                                                            1.Nukleus
                                                                                            2. Serabut otot
                                                                                            3. Cakram                              berintekalar





     2. Pembahasan
         a. Preparat otot lurik/rangka (striated teased muscle)
                           Pada pengamatan pertama yaitu pada preparat otot lurik (striated teased muscle) terlihat adanya nukleus (inti sel) fungsinya sama saja dengan inti-inti sel yang ada pada otot yang lain yakni inti sel ini berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel, atau berfungsi untuk mengatur semua kegiatan sel dan  menjadi pusat semua kegiatan sel. Endomesium  merupakan serabut-serabut yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot jantung  yang satu dengan yang lain dan membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel. bagian dari sel otot lurik ini terlihat pada gambar berada dibagian atas sehingga secara umumnya  endomisium ini sebagai pembungkus seluruh permukaan jaringan jadi intinya endomisium itu berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada dibawahnya, dan miofibril yang berfungsi menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi dan menanggapi rangsangan.
                          Untuk mengamati struktur histology otot lurik. Otot ini tampak berlurik-lurik sehingga disebut otot lurik. otot ini melekat pada rangka sehinnga juga disebut sebagai otot rangka, seperti otot pada lengan manusia. Struktur histology otot lurik berbentuk memanjang dan agak selindris,otot ini bekerja dibawa kesadaran manusia atau dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol sehingga memiliki banyak inti di bagian tepi, intinya berbentuk agak lonjong. pada sepanjang otot lurik ini terdapar daerah terang dan daerah gelap.
         b. Preparat otot polos
            Pada pengamatan kedua yaitu pada preparat otot polos (non sriated teased muscle) terlihat  adanya inti sel (nukleus) yang berfungsi untuk mengatur kerja dari sel otot polos dan serabut otot yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot jantung  yang satu dengan yang lain dan membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel.
            Untuk mengamati struktur histology Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Sel otot polos berbentuk gelendong dan memilki ujung yang agak lancip. terdapat satu inti yang berbentuk lonjong. Pada pengamatan ini terlihat sarkolema yang merupakan membran yang melapisi selnya disebut, pada bagian dalamnya terdap cairan yang disebut sarkoplasma. dinamakan otot polos karena miofibrilnya homogeny, hal inilah yang sangat membedakannya dengan otot lurik dan jantung. Otot polos dapat kita temukan pada berbagai organ dalam manusia, seperti, saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran lainnya.
         c. Preparat otot jantung (cardiac muscle)
                          Pada pengamatan ketiga yaitu pada preparat otot jantung (cardiac muscle) terlihat adanya nukleus (inti sel) fungsinya sama saja dengan inti-inti sel yang ada pada otot yang lain yakni inti sel ini berfungsi sebagai pengkoordinir seluruh kegiatan sel, atau berfungsi untuk mengatur semua kegiatan sel dan  menjadi pusat semua kegiatan sel, serabut otot yang berfungsi untuk menghubungkan sel otot jantung  yang satu dengan yang lain dan membungkus atau melapisi seluruh permukaan sel, dan terdapat Discus Interkalaris (cakram berinterkalar), ini jugalah yang membedakan antara otot jantung dengan yang lainnya, Discus Interkalaris pada otot jantung berbentuk seperti tangga yang merupakan batas sel yang berbentuk gerigi-gerigi antara sel otot jantung yang berdekatan  yang berfungsi untuk memperkuat perlekatan otot dan memungkinkan terjadinya komunikasi listrik antar sel yang berdekatan.
                          Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Jaringan otot jantung berbentuk silindris memanjang serta bercabang memiliki percabangan yang membedakannya dengan otot-otot yang lain. terdapat discus intercalaris yang merupakan batas sel yang berbentuk gerigi-gerigi antara sel otot jantung yang berdekatan. dengan inti selnya terletak di bagian tengah, Otot jantung bekerja secara tidak sadar (involunter) sehingga lambat terhadap rangsang serta namun memilki keistimewaan yaitu tidak mudah lelah. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.


E. Kesimpulan dan Saran
     1. Kesimpulan
                     Adapun kesimpulan pada percobaan ini yaitu jaringan otot terdiri atas beberapa otot yaitu, otot lurik, otot jantung dan otot  polos. Otot lurik yang diletakkan ke tulang oleh tendon bertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Otot jantung sel-selnya bercabang dan setiap ujung sel dihubungkan dengan cakram berinterkalar, yang merelai sinyal dari satu sel ke sel yang lain dalam satu waktu denyutan jantung. Otot polos berkontraksi lebih lambat dalam jangka waktu yang lama dan dikontrol oleh saraf.
                     Perbedaan spesifik dari ketiganya adalah otot lurik mengandung keping gelap dan terang, diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar. Otot polos intinya lonjong dan terletak di tengah dan miofibrilnya homogen. Otot jantung intinya terletak ditengah, sel-selnya panjang dan bercabang, memiliki garis-garis melintang, namun tidak sejelas otot lurik.
2. Saran
                     Adapun saran pada praktikum ini yaitu dalam mengamati jenis-jenis otot harus dilakukan secara teliti agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga bisa membedakannya dan sebaiknya di dalam ruang pengamatan menggunakan mikroskop trinokuler ditambah kipas angin supaya pada saat pengamatan tidak kepanasan.






DAFTAR PUSTAKA
Campbell. Biologi Edisi Kelima Jilid III. Erlangga: Jakarta, 2000.
Hala, Yusminah. Biologi Umum 2. Makassar: UIN Alauddin Press, 2007.
Yunadi, Titi. Fisiologi Manusia. Jakarta: Erlangga, 2003.
Post a Comment